Siap-siap, Kendaraan Ngebut dan Truk ODOL di Jalan Tol Bakal Langsung Ditilang Pakai ETLE

Korlantas Polri bersama operator jalan tol PT Jasa Marga (Persero) Tbk mulai menyosialisasikan tilang elektronik di jalan tol atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Tilang ini akan dikenakan pada kendaraan yang melakukan pelanggaran Over Load dan Over Speed, dengan melakukan integrasi sistem ETLE dengan sistem di jalan tol. Sosialisasi penerapan ETLE di jalan tol ini dilaksanakan dalam rangkaian puncak acara Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 44 Jasa Marga, Virtual Roadster Festival, Selasa (1/3/2022).

Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru menjelaskan pihaknya mendukung penerapan ETLE di jalan tol yang nantinya terintegrasi melalui dua sistem yang dikelola Jasa Marga yaitu Speed Camera untuk pelanggaran Over Speed dan Weigh In Motion (WIM) pada sejumlah jembatan dan lajur khusus di jalan tol. Perangkat Speed Camera ini berfungsi mengawasi beban kendaraan yang melintas secara real time untuk pelanggaran Over Load. Dwimawan mengatakan, terintegrasinya sistem ETLE Korlantas Polri dengan Speed Camera dan WIM Jasa Marga ini sejalan dengan pilar kedua dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan yaitu “Jalan Yang Berkeselamatan”.

Tujuannya, untuk menciptakan keselamatan pengguna jalan tol dengan cara mengurangi pelanggaran lalu lintas yang terjadi di jalan tol. "Salah satunya dengan penindakan dari pelanggaran hukum yang dilakukan pengendara yang terekam oleh Speed Camera dan WIM,” ujar Heru. Heru menjelaskan, pihaknya telah memasang sejumlah 25 unit Speed Camera (8 unit di Jabodetabek dan Bandung, 16 unit di Trans Jawa, dan 1 unit di luar Pulau Jawa).

Pihaknya juga menambah 6 unit dari Korlantas pada lokasi rawan kecelakaan di Jalan Tol Trans Jawa, yaitu Jalan Tol Jakarta Cikampek, Palimanan Kanci, Batang Semarang, Semarang Solo, Solo Ngawi dan Ngawi Kertosono). “Sementara itu untuk pemasangan WIM oleh Jasa Marga hingga saat ini adalah sejumlah 7 unit yang terpasang di Jalan Tol Jagorawi, JORR Seksi E, Jakarta Tangerang, Padaleunyi, Semarang Seksi ABC, Ngawi Kertosono dan Surabaya Gempol) yang telah terlebih dahulu terintegrasi dengan sistem ETLE Korlantas Polri,” kata Heru. Sepanjang 2021, Jasa Marga mencatat sebanyak 1.345 kejadian kecelakaan terjadi di seluruh jalan tol yang dikelolanya.

Faktor penyebab kecelakaan utama yaitu sebesar 82% adalah faktor pengemudi, yang diikuti oleh 17% faktor kendaraan dan 1% faktor lingkungan. “Untuk faktor pengemudi di antaranya karena Over Speed, yaitu sebanyak 42,9% dari total jumlah kecelakaan," ujar Dwimawan. Selain karena Over Speed, faktor kecelakaan yang diakibatkan oleh kondisi kendaraan pun menjadi fokus kami dalam meningkatkan keamanan dan keselamatan pengguna jalan.

"Kami mencatat sebanyak kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan/Over Load adalah sebanyak 1,68 juta kendaraan. Angka ini mencapai 23,17% dari total 7,27 juta kendaraan yang terdeteksi selama tahun 2021,” kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *.

*
*
You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>